Tuesday, April 25, 2006
NaRaPiDaNa
aku bagaikan seorang narapidana
tinggal di sebuah ruangan 3x3 m
tidur, berpikir, nerima tamu,
makan, mandi, ganti baju
di ruang yang sama
temanku datang, mamaku datang
ngobrol, makan, pulang...
layaknya menjenguk seorang tahanan
radio....bantal guling....diary....
teman setiaku di ruangan ini...
pengangguran...duit (sangat) pas-pasan....
hampir 24 jam aku di ruangan ini...
"pandangan hidup seorang pengangguran yang tinggal di kost-an yang anak seorang janda yang uang bulanannya dibawah UMR yang pesimis (not confident) untuk berteman dengan tetangga kostnya yang rata-rata mahasiswa dan karyawan menengah ke atas"
9:31 PM
woman in the dark;
KACA
aku benci jika kulihat matamu
berkaca-kaca
aku benci jika kudengar suaramu
bergetar
karena walau air matamu tidak menetes
kutahu kau menangis
dalam hatimu, dalam jiwamu
dan itu karena aku
perih... sakit... sesal...
ketika matamu berkaca-kaca
ketika suaramu bergetar
maafkan aku yang tetap
membuatmu menangis
maafkan aku belum bisa membuatmu
terus tersenyum
Mama....
maafkan aku
9:05 PM
woman in the dark;
HAMPA
Hampa...kosong....tanpa apa-apa....
empty....hopeless....
kata-kata yang sangat menakutkan (ternyata)
ketika aku mengalaminya
benar-benar merasakannya
didalam hatiku ini
sakiiit......
rasanya semua seperti tidak berarti
rasanya semua sudah hilang
rasanya seperti aku tidak dapat merasakan apa-apa lagi
rasanya air mata pun enggan jatuh
rasanya seperti tak ada jalan keluar kecuali mati
hiiiiiy..... sereeeem....
9:00 PM
woman in the dark;
TOO MUCH...
Too much pain in my heart...
ataukah aku yang terlalu mudah tertipu
dengan segala kemanisan di depan mataku??
tanpa kutahu kebusukan didalamnya,
yang lagi-lagi
membuatku mual, sakit, eneg, muntah....
hueeeek...!!!
dan lagi-lagi itu karena
makhluk yang berjenis laki-laki...
8:48 PM
woman in the dark;
Sunday, February 19, 2006
Tuhan, Kau beri aku ujian lagi...mungkin aku memang nakal...
Aku hanya takut tak sanggup menghadapinya, walau aku belum tau secara pasti...
Sahabat, maafkan aku... aku melukaimu... walau kita sama-sama salah, tapi aku merasa kesalahanku lebih besar...
memang kita sudah lebih dari sahabat... aku & dia sudah melewati batas... mungkin karena kita ber2 sama-sama sendiri, kesepian & sedang menderita...
Kemarin, sahabatku datang... dengan kebahagiaan & kesedihan... bahagia karena dia sudah bekerja... sedih karena ibunya di Rumah Sakit, kankernya kambuh lagi...
Kami bercerita, berkeluh kesah tentang segala kesusahan kami... bersedih bersama & saling memberi semangat...
Lalu dia bercerita, ketika dia di RS, dia memeriksakan dirinya... katanya "mumpung lagi di RS kan & gue juga lagi ada duit."
Tapi, apa yang hasilnya..? Sang dokter berkata bahwa dia 70% infertil karena sahabatku berhubungan dengan orang yang tidak bersih...
GiLa!!! Sahabatku bakal psotif infertil... Dan itu karena aku... AKu yang memperkenalkannya pada sex... Aku yang sudah mengambil keperjakaannya...
Karena as far as i know, from novel "Test Pack" & from movies, infertil is a BIG thing in marriage...what if he can't get married because of that???
Aku menangis & merasa bersalah... Tapi dia bilang "Ya udahlah yang udah terjadi." & dia ngga marah padaku... Dia tetap sayang padaku... Dia tetap sahabatku...
Tapi siang ini, ketika aku termenung sendiri di kamarku, aku menangis lagi... Aku merasa, betapa kotornya diriku... Betapa hinanya aku... Jika aku pergi ke dokter & periksa, entah apa yang akan dokter katakan padaku... Entah HIV atau sexual illness atau Aids atau apa... Aku tidak tau... Aku takut... Aku merasakan kehancuran lagi pada diriku... Aku seperti sudah menerima vonis... Aku takut... Aku tidak berdaya... Aku tau, semua ini akibat dari kesalahanku sendiri...
Aku penasaran, sangat penasaran untuk medical check... tapi yang ku tau, tes seperti itu mahal... paling tidak 2juta... kalaupun ada yang lebih murah, tetap saja keuanganku tidak mencukupi...
Aku hanya ingin tahu, sudah serusak apa tubuhku ini...
Aku tidak bisa menghentikan air mataku... walau tak ada gunanya tangisan ini... Aku menyesal... Sesal yang tak berguna...
Aku tau sahabatku akan marah bila dia melihatku menangisi hal ini... Dia berkata bahwa dia tak menyesali apa yang telah terjadi diantara kami...
Katanya "itulah warna-warni hidup gue."
Tapi salahkah aku yang menangis? Aku yang merasa bersalah..? Aku yang merasa hancur berantakan...
Aku masih ada keinginan untuk menata serpihan-serpihan diriku... Salahkah aku sekarang menangis ??
10:10 PM
woman in the dark;